Sejarah Tradisional Ip Man Wing Chun Yogyakarta

Setelah pencarian yang cukup lama di media online maupun offline, keinginan pertama dari founder Brotherhood of Wing Chun Jogja, Destyan, hanyalah ingin belajar beladiri wing chun dengan cara dan guru yang benar. Hingga sampailah ia di Semarang dan berkenalan dengan Enos Jonathan, instruktur Komunitas Wing Chun Semarang yang merupakan afiliasi dari Brotherhood of Wing Chun Jakarta. Dari sana dia berbagi cerita, dan entah bagaimana tiba-tiba muncul ide untuk mendirikan perguruan wing chun di Jogja. Sampai akhirnya Destyan dikenalkan kepada Sifu Martin Kusuma, salah satu pendiri Brotherhood of Wing Chun Jakarta.

blog-header-21.jpg

Logo Traditional Ip Man Wing Chun Jogjakarta

Singkat cerita, diajukanlah permohonan pendirian perguruan wing chun ke Brotherhood pusat di Jakarta dengan bantuan bro Enos. Selanjutnya, pada pertengahan Maret 2013 didirikanlah perguruan wing chun dengan nama Traditional Ip Man Wing Chun Jogjakarta, oleh Destyan Adiwasesa, Setyo Priyo Nugroho, Andi Wahono, dan Rani Dewayani. Dari keempat pendiri ini, Destyan lah yang didapuk untuk belajar langsung kepada Sifu Martin Kusuma di Jakarta.

Bulan-bulan awal tampak seperti tidak ada peminat. Hal ini tidak menyurutkan semangat para member pertama yang berjumlah tidak lebih dari 8 orang.

Konsistensi dan kerja keras, akhirnya membuahkan hasil. Atas saran Sifu Martin jika komunitas sudah terbentuk agar segera membuat website dan akun sosial media sebagai sarana untuk berkomunikasi dan berbagi informasi dengan masyarakat yang berminat dengan wing chun.

Logo Brotherhood of Wing Chun 2 tengah

Logo Brotherhood of Wing Chun Jogjakarta

Lambat tapi pasti perkembangan Traditional Ip Man Wing Chun cukup pesat, hingga harus membuka tempat baru di toko Pamela, untuk mendukung tempat latihan sebelumnya di Jamace.

Hingga tepat pada tanggal 22 September 2013, bersamaan dengan acara training camp yang diadakan di Kaliurang, nama Traditional Ip Man Wing Chun Jogjakarta berubah menjadi Brotherhood of Wing Chun Jogjakarta.

image

Pada perjalanannya  nama perguruan harus diganti dan direvisi kembali, dengan  mengacu kepada akte Notaris No. 5 tanggal 6 Oktober 2014 Tradisional Ip Man Wing Chun, secara sah sebagai badan hukum tetap di Indonesia. Ini merupakan tonggak baru dan terlahirnya kembali Brotherhood of Wing Chun Indonesia yang secara otomatis berubah menjadi Tradisional Ip Man Wing Chun (TIMWC) Indonesia. Ada beberapa alasan menarik kenapa nama yang dipakai adalah Tradisional Ip Man Wing Chun, hal ini tidak lepas dari peran atlet kita yang berjuang pada 2nd Ving Tsun Athletic Association (VTAA) Tournament pada 12 April 2014. Atlet kita secara mengejutkan mencuri perhatian dengan memenangkan  kategori siu lim tao dan chum kiu, pada saat itu juga salah satu murid GGM Ip Man, GM Sie Yuk Men memberikan apresiasi dengan mengatakan bahwa BoWC (kala itu) adalah kungfu wing chun yang otentik dan tradisional seperti yang dahulu diajarkan oleh GGM Ip Man.

Advertisements

2 thoughts on “Sejarah Tradisional Ip Man Wing Chun Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s